Sampai tulisan ini dimuat, skena musik di Bali terus bergejolak dengan penerobosan akan eksplorasi musik yang tiada henti. Salah satu nama terakhir yang meramaikan musik di Bali, sebuah unit yang menyatakan bahwa mereka adalah band yang memainkan musik hardcore dengan agresivitas trash: veinn. Hanya butuh waktu sebentar saja semenjak mereka memutuskan untuk bergerak dalam sebuah band, veinn langsung memperkenalkan EP pertama mereka yang dirilis pada bulan Mei 2017, selang satu bulan setelah deklarasi mereka sebagai sebuah band. Dalam EP yang berjudul Slime itu, veinn banyak mengangkat mengenai belenggu yang menahan seorang manusia dalam menghidupi dirinya, dengan fokus yang berpusat kepada kematian, kebiadaban otoritas negeri, sampai isu perempuan yang kerap diminorkan.

Kali ini, mereka merilis sebuah lagu terbaru mereka yang masih mengandung konten serupa. Sebuah lagu berjudul “Merayakan Kemunduruan” dirilis sebagai sebuah bentuk protes atas ketidakjelasan dalam peradilan yang menimpa Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dikenal sebagai Ahok. Mereka menuangkan ketidakpuasannya itu dalam sebuah lirik berbahasa Indonesia dengan sebuah kalimat menohok yang berbunyi, “Dibutakan dengan dogma/ Paradigma tanpa arah”. Kita bisa mendengar amarah yang terlontar dari musik mereka, kegeraman bercampur dengan deru suara distorsi yang dimainkan dengan cepat dan lugas.

Lagu “Merayakan Kemunduran” ini tidak memiliki durasi yang lama, namun pesan mereka sangat padat dan veinn tak menggunakan terlalu banyak prolog, to the point sekali. Praktis, potongan suara dari hakim yang menjatuhkan vonis itu mereka gunakan sebagai bingkai narasi, yang kemudian disusul oleh lirik-lirik brutal penuh kejujuran seperti “Propaganda meraja terbalut larik suci/ asasi terkikis nurani mati termakan kuasa”. Suka atau tidak, itu tadi sebuah kata-kata yang tak hanya manis secara kaidah sastra, tetapi juga mampu memberikan dorongan moral untuk semua yang bergerak atas nama kemanusiaan. Sebagai sebuah band muda yang baru berjalan beberapa bulan, keberanian mereka dalam mengeluarkan keluh kesah dengan lirik bermuatan politik seperti ini merupakan hal yang patut diapresiasi.

Akan menarik untuk melihat akan seperti apa perjalanan dari band asal pulau dewata ini. Kalian bisa mendengarkan lagu terbaru dari Veinn berjudul “Merayakan Kemunduran” di bawah ini. Dengarkan juga debut EP dari mereka yang berjudul Slime melalui halaman Bandcamp mereka: https://veinn.bandcamp.com/album/slime-e-p

Baca juga topik menarik lainnya mengenai Lagu Hardcore dan Lagu Indonesia dari Backstage Whisp.

Share
Tweet
+1