Review: Gerard Way "Hesitant Alien"
7Score

Perjalanan karir dari seorang frontman sebuah band yang dipuja banyak orang memang selalu menarik untuk diikuti. Fans selalu menanti bagaimana karya yang dapat dihasilkan selepas dari band, tentu banyak proses yang berubah. Jika sebelumnya sebagai anggota band, sebuah karya merupakan kumpulan ide dari berbagai individual, sekarang ide tersebut murni dihasilkan oleh sebuah imajinasi seorang saja. Bisa jadi lebih baik karena dapat bereksperimen dengan bebas, bisa jadi tidak karena telah terbiasa dengan proses yang berkesinambungan dalam sebuah kelompok.

Setelah bulan lalu, Frank Iero merilis debut solo projeknya dengan nuansa dark electro yang kental, kali ini giliran suara utama dari My Chemical Romance, Gerard Way yang memperdengarkan imajinasinya mengenai sebuah musik. Album yang bertemakan Hesitant Alien ini Gerard Way rilis melalui Warner Bros Records pada 30 September 2014 kemarin. Masih teringat betul sebuah image emo dalam penampilan Gerard Way, sehingga bukanlah sebuah kesalahan juga fans berekspektasi Gerard Way masih akan bermain di jalur tersebut. But wait..

Gerard Way Hesitant AlienTracklisting:
1. The Bureau
2. Action Cat
3. No Shows
4. Brother
5. Millions
6. Zero Zero
7. Juarez
8. Drugstore Perfume
9. Get The Bang Together
10. How It’s Going To Be
11. Maya The Psychic

Hesitant Alien ini berisikan 11 tracks dengan durasi sekitar 39 menit, sebuah durasi yang cukup untuk memahami album ini pada pendengaran pertama. Apakah tema yang akan Gerard Way angkat? Emo? Ataukah soul seperti yang saat ini sedang ramai didengungkan oleh vokalis-vokalis band yang tengah beralih ke solo karir seperti Matty Mullins (Memphis May Fire) atau Johnny Craig (eks Emarosa). Sampai akhirnya kita dibuat sedikit terkejut dengan dipilihnya genre britpop, sebuah genre yang sebenarnya tidak pernah saya dengarkan, sebagai genre album baru Gerard Way ini. Namun, nama besar Gerard Way akhirnya sukses membuat saya yakin bahwa album ini harus didengarkan.

Hesitant Alien akan menawarkan sebuah pengalaman baru dalam pengalaman sonic kalian, kalo dipikir dengan logika memang dari judul albumnya saja telah diketahui akan kemana musik baru Gerard Way ini akan dibawa. Perpaduan antara glam rock, shoegaze, dan britpop adalah kata yang sedikit mendekati untuk menggambarkan keseluruhan album ini.  Bisa disebut album ini adalah fusion dari 3 dekade dalam musik secara sekaligus. Solo gitar di Hesitant Alien ini sangat kental dan liar, terdengar seperti musik-musik di era 80an yang dapat kita saksikan melalui documenter-dokumenter yang masih disimpan orang tua kita. Solo gitar terdengar sangat egois seakan ingin berebut dengan vokal tentang siapa yang seharusnya menjadi atensi utama dari materi di lagu ini.

Glam rock sepertinya menjadi nyawa dari album ini, tampak dengan cepat membaur dengan suara fuzz box Gerard Way (yang sebenarnya justru membuat kita tidak paham apa yang Gerard Way coba ungkapkan). Dengan usia yang (sebenarnya) sudah mencapai 37 tahun, Gerard Way seakan menemukan apa yang sebenarnya selama ini dia cari dengan Hesitant Alien. Beberapa lagu cenderung memiliki nyawa seperti di karya akhir My Chemical Romance di album Danger Days: The True Lives of The Fabulous Killjoys sehingga bisa disimpulkan sendiri bahwa sebenarnya inilah musik yang selama ini Gerard Way cari.

Tapi tunggu dulu, album ini bukanlah album yang tepat jika kalian ingin headbang dan stage dive, tapi jika kalian ingin berdansa dan menari sambil sesekali menganggukkan kepala kalian, album ini akan melayani kebutuhan kalian dengan tepat. Mungkin kalian tidak akan begitu excited dengan pemilihan nada dan chord progression yang Gerard Way pilih, tapi setujukah kalian bahwa Gerard Way telah menghubungkan lirik, melodi, dan ritim dengan pas? Paling tidak Gerard Way telah berhasil keluar dari musik pop tipikal yang memenuhi industry saat ini.

Gerard Way memang telah sukses membranding dirinya, paling tidak dia selalu bisa membuat fans penasaran dengan apa yang telah dipersiapkan. Album ini, meskipun unik dan membawa nostalgia ke jaman glam rock, tidaklah sempurna bahkan cenderung kehilangan energi di banyak bagian. Meskipun begitu, bagian akhir dari lagu ini cukup menarik untuk dicermati bridge dari “How It’s Going To Be” yang diisi oleh part synth terdengar seperti sebuah teriakan kemenangan, terdengar seperti sebuah terompet yang dibunyikan menandakan bahwa perang telah dimenangkan. Akhir kata lagu ini adalah sebuah opera rock dan Gerard Way adalah aktor utamanya.

Go listen: Action Cat, No Shows, Drugstore Perfume

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]stagewhisp.com

Share
Tweet
+1