Review: Copeland "Ixora"
9Score

Copeland, apa yang ada di pikiron lo pada ketika mendengar band ini? Kalo gue sih begitu denger nama band yang satu ini, reaksi gue yang pertama adalah mata gue bakal berbinar-binar lalu mulut gue senyum selebar-lebarnya. Yak ini adalah salah satu rilisan tahun 2014 yang paling gue tunggu banget dan kemarin udah resmi dirilis. Kurang lebih butuh 5 tahun buat mereka kembali dari masa ngilang mereka setelah mereka merilis EP berjudul The Grey Man. Lima tahun yang gue rasa nggak sia-sia because it’s totally worth the wait.

Sedikit cerita mengenai Ixora, album ke-6 Copeland. Jadi waktu itu tanggal 1 April 2014, tentu kita tau dong budaya apa yang terkenal banget waktu tanggal 1 April, yap April Fools, jadi tepat pada saat orang-orang sibuk ngecengin temen-temennya pake lelucon April Fools (atau April Mob kalo di Indonesia), Copeland ini ngumumin kalo mereka bakal merilis album baru tahun 2014 ini. Ya jelas fans Copeland saat itu gempar dong, mereka langsung mention akun twitter @AaronMarshMusic seakan nggak percaya dengan apa yang mereka liat. “Lo lagi nggak becandain April Fools kan? Beneran?” kira-kira gitulah mention yang masuk ke akun Aaron Marsh (frontman dan juga otak dari Copeland).

Copeland IxoraTracklisting:
1. Have I Always Loved You?
2. Disjointed
3. I Can Make You Feel Young Again
4. Erase
5. Lavender
6. Ordinary
7. Like a Lie
8. Chiromancer
9. World Turn
10. In Her Arms You Will Never Starve
11. Like I Want You

Lalu akhirnya semua fans dibuat diam dan juga berharap banyak tepat ketika Copeland ngerilis sebuah teaser album Ixora ini dan sekarang the wait is over, Ixora is here. Oh iya, sedikit informasi mengenai Ixora ini, jadi album ini adalah studio album ke-6 Copeland habis You Are My Sunshine (2008) sama EP The Grey Man (2009) dan album ini dirilis sama label Tooth and Nail Records. Album ini punya 11 track dengan durasi yang cukup solid buat gue, 46 menit. Lalu gimana Ixora ini? Apa bagus? Apa jelek? Apa biasa aja?

Mengarungi Ixora buat gue adalah salah satu 46 menit terbaik yang bisa gue lakuin di bulan ini. Heartfelt and warm, Aaron Marsh seakan nggak pernah kehilangan sentuhan magisnya yang sukses bikin gue tenggelam tiap kali dengerin Copeland. Bahkan lebih dari itu, gue ngerasa Copeland ngabisin waktu 5 tahun nggak bermusik mereka dengan bijaksana. Hasilnya? Sebuah album yang fenomenal dengan kedewasaan yang semakin matang, haunting but beautiful, slow but full of hope. Aaron Marsh dari dulu udah tau bakal dibawa kemana musik Copeland dan Ixora ini bisa dibilang bentuk refleksi puncak Aaron selama bermusik.

Begitu kalian masuk di track pertama Ixora, kalian bakal langsung disambut sama layered vokal Aaron Marsh yang menstimuli otak kalian buat minta lagi. Ini dia sound signature dari Copeland yang rasanya nggak bakal bisa dilakuin sama band lain, mungkin bakal ada yang nyoba tapi rasanya tetep nggak bakal sebagus Copeland. Track pertama ini juga rasanya seolah pengen bilang gini ke gue dan juga fans Copeland lainnya, “You miss us?” yes we do dan rasanya lega banget setelah denger musik baru mereka.

Signature lain dari Copeland selain layered vocal Aaron Marsh yang membius itu menurut gue adalah sayatan string yang digabungin sama sound modern synthesizer-terprogram yang dijalanin sama Aaron Marsh sendiri, buat gue sound kayak gitu ngasih suasana calm dan semacam therapy (oke nggak penting). Di album ini, kalian juga bisa nemuin suasana ambient yang udah semakin disempurnain sama mereka. Kalo bisa dibilang, ibarat pemain bola yang terus nyempurnain teknik bermain bola mereka, Copeland ini juga terus nyempurnain sound mereka sehingga jadilah sebuah masterpiece ini.

Oh ya, satu yang bikin gue tertarik di album ini adalah suara guess vocal cewek di dua lagu yang berbeda, pertama di lagu “Chiromancer” dan kedua di lagu “Like I Want You”. Ternyata dua lagu tadi nampilin suara cewek yang sama, yaitu Steff Koeppen dan chemistry-nya langsung dapet. Suara Steff ini dengan sangat klop sukses mendukung suara Aaron di lagu “Chiromancer” dan bikin lagu ini berdiri dengan congkak di antara lagu yang lain. Gue pengen ngasih sebutan buat lagu ini, mungkin wonderlust, semacam membawa gue ke wonderland dan bikin puas syaraf sonic gue (lust).

Menurut gue pribadi, Ixora ini adalah album paling komplit dari Copeland. Kenapa? Kalian mesti coba dengerin “World Turn”, mereka masukin instrumen saxophone dan meski hal ini bukan hal yang baru buat mereka, saxophone menyatu banget dengan suasana lagu yang mereka maenin. Album Ixora ini juga punya beberapa lagu terbaik yang pernah Copeland tulis. Beberapa lagu yang stand out di antaranya adalah “Erase”, “Chiromancer”, “In Her Arms You Will Never Starve”, dan “Like I Want You” dan tentu banyak lagu lain yang nggak boleh lo lewatin.

Album ini jadi bukti bahwa di era modern, dimana selera orang-orang terhadap musik udah mulai berubah, Copeland tetep konsisten dengan apa yang mereka yakini sebagai musik mereka. Menurut gue ini adalah sebuah album klasik di jaman digital, sebuah album yang tingkat populasinya sudah makin dikit. Meski sebenernya musik Copeland ini bukan lagu yang bakal kalian sing along-in ketika lo pada dengerin, lagu-lagu Copeland ini enak banget buat kalian dengerin. Jadi, kalo lo belum pernah dengerin Copeland, nggak ada kata terlambat buat memulainya. Kalo kalian suka, bersyukurlah karena ada band seperti Copeland. Kalo nggak, ya nggak masalah, biarin gue tetep muter Ixora ini buat gue pribadi.

Go listen: Erase, Chiromancer, In Her Arms You Will Never Starve

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia.
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]

Share
Tweet
+1