Review: Handguns "Life Lesson"
7.4Score

Mereka bilang album sophomore atau album kedua sebuah band adalah album yang akan nentuin perjalanan band tersebut. It’s something that can make you or break you. Oleh karena itulah banyak band yang nggak main-main sama album kedua mereka. Hal itu juga berlaku di scene musik pop punk modern saat ini. Handguns, band yang saat ini disebut-sebut sebagai salah satu frontliner di musik pop punk modern pada tanggal 9 Juli 2014 lalu barusan ngeluarin album mereka via Pure Noise Records. Album yang dalam proses produksinya dibantu sama Paul Leavitt dan Alex Gaskarth (All Time Low) ini diberi judul Life Lesson. Wuih!

neck deepTracklist:
1. Anvil
2. Sleep Deprived
3. Highway Robbery
4. Heart vs, Head
5. I Can’t Relate
6. The Loved One Who Hates Us
7. Queens
8. Give and Take
9. Waiting For Your Ghost
10. New Years Resolution

Life Lesson sendiri berisikan 10 track. Gitaris Handguns, Brandon Pagano sendiri mengemukakan bahwa mereka memang sengaja menulis lagu yang lebih cepat dan agressif dibanding album pertama mereka Angst (2012). Buat kamu yang emang nungguin dan penasaran sama album baru Handguns ini mungkin nggak akan merasa kecewa sama materi baru mereka. Cukup pasang headphone dan mainkan Life Lesson, kamu akan merasa dibawa ke moshpit dan 30 menit terasa cepat berlalu. Plain awesomeness!

Seperti banyak rilisan pop punk yang kebanyakan berasal dari pengalaman pribadi mereka. Album baru Handguns ini juga kurang lebih bercerita seputar kehidupan mereka. Mereka ingin mencurahkan bagaimana kehidupan sebagai anak band membuat mereka sesekali harus jauh dari keluarga seperti yang mereka tulis di lagu sing along-able “The Loved One Who Hate Us”. My favorite part of this song is “broken down stages and no hourly wages/ a sunburn for week and all of our loved ones still hate us”. Menurut gue itu merupakan permainan lirik yang cantik.

Nggak hanya bercerita tentang kehidupan mereka di jalan, Handguns juga menegaskan untuk nggak terlalu pusing dengan sesuatu yang kurang baik untuk dirimu, just move on dan tatap kehidupanmu sendiri. “I choked down those memories/ I said goodbye.” dengan tegas mereka teriakkan dalam lagu “Sleep Deprived”. Handguns juga mengajak kita buat hidup sesuai dengan passion kita, seperti dalam lagu “I Can’t Relate”, my personal favorite  “if I died tomorrow my headstone would read, “Never needed much, lived my life for me.””.

Entah apakah memang ada aturan yang tidak tertulis dalam tiap rilisan pop punk, setiap album pop punk selalu mempunyai lagu dimana mereka melihat ke masa lalu mereka. Hanya saja Handguns menulisnya dengan gaya yang berbeda. Dalam “Give and Take” mereka memang melihat ke belakang, hanya saja mereka menjadikannya sebagai semacam confession, “If you keep looking back/ you’ll never know/ never know just which way to go.” lagi-lagi mereka bilang untuk move on!

Life Lesson mungkin memang berasal dari pengalaman hidup personal Handguns, namun sesuai judulnya Life Lesson-pun bisa menjadi pelajaran untuk kita juga. Di album Life Lesson mereka menunjukkan bahwa mereka sudah semakin dewasa baik secara pribadi, musikalitas, dan penulisan lirik. Secara garis besar, Life Lesson berisi upbeat dan hard hitting track. Semua lagu mereka deskripsikan secara baik serta catchy. Bagaimana mereka menyusun track listing juga patut dipuji, sehingga jika kita mendengarkan Life Lesson kita akan merasa mencapai klimaks saat album mendekati lagu terakhir. Overall Life Lesson adalah album pop punk yang solid.

Go listen: “The Loved One Who Hate Us”, “Heart vs Head”, “Give and Take”

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]

Share
Tweet
+1