It’s been quite a journey, setelah menimbang-nimbang dan mendengarkan berbagai rilisan yang dirilis tahun 2014 ini, akhirnya tiba pada satu kesimpulan tentang apa saja album yang akan dimasukkan dalam album terbaik 2014 versi Backstage Whisp. Kalo diliat, tahun 2014 ini bisa disebut sebagai tahun dimana nama-nama besar di scene musik bangun dari ‘tidur’ mereka untuk merilis materi baru. Tentu di sini kita sedang membicarakan nama-nama seperti Weezer, New Found Glory, Yellowcard, dan Rancid yang rilisanya memberi angin segar untuk kalender musik 2014 yang sudah penuh sesak dengan berbagai rilisan baru.

Jadi seberapa jauh album baru dari nama-nama yang ‘dituakan’ oleh sebagian besar penikmat musik sidestream ini memberi dampak untuk kalender 2014? Apa cukup beralasan menganggap musik mereka sebagai album terbaik tahun ini hanya karena gejala nostalgia? Oke, untuk menjawab pertanyaan tersebut, Backstage Whisp udah ngerangkum buat kalian sebuah daftar album terbaik tahun 2014 ini yang nggak boleh kalian lewatkan. Oh iya, ini adalah EOTY list pertama buat Backstage Whisp and we’re excited to present you this one.

 

Honorable mentions

Sebelum ngomongin album-album terbaik tahun ini, tentu banyak album bagus yang nggak boleh buat dilewatin begitu aja. Sayangnya buat EOTY pertama Backstage Whisp kali ini cuman bakal nampilin 10 album terbaik, karena itu wajar kalo banyak album bagus yang nggak masuk list. But, there are indeed honorable mentions in this list dan honorable mentions ini sangat Backstage Whisp rekomendasiin buat kalian dengerin, because why not?

1. Fireworks “Oh, Common Life”

2. Lights “Little Machines”

3. Joyce Manor “Never Hungover Again”

4. Lagwagon “Hang”

5. Issues “Issues”

 

New kids on the block

Tiap tahun selalu ada ‘anak baru’ yang ikut ngeramein scene musik. Emang nama mereka masih belum familiar, but trust us, album mereka layak banget buat dijadiin koleksi di playlist kalian.

1. Moose Blood “I’ll Keep You In Mind, From Time To Time”

2. PUP “PUP”

3. Somos “Temple of Plenty”

4. Driver Friendly “Unimagined Bridges”

5. Elder Brother “Heavy Head”

 

Best of 2014

Oke, ini dia yang mungkin kalian tunggu-tunggu, 10 album terbaik sepanjang 2014 versi Backstage Whisp. Apa aja mereka? Here we go!

 

10.  Pianos Become The Teeth “Keep You”

Pianos become the Teeth Keep you

Album ketiga buat band emo asal Maryland ini bisa dibilang sebagai pendewasaan mereka baik dari segi bermusik maupun pribadi. Dari distorsi kasar dan scream yang galak, Pianos Become The Teeth menjadi band yang lebih ‘kalem’. Mereka emang nggak teriak-teriak dalam arti yang sebenarnya lagi, tapi jangan salah, intensitas emosi yang mereka keluarin tetep nggak berkurang sedikitpun, bahkan cenderung lebih kuat dibanding sebelumnya karena memang album ini sangat personal. Hasil pendewasaan dari personel Pianos Become The Teeth ini dengan jelas terdengar pada sebuah karya yang terangkai dengan indah tanpa kehilangan nyawa emo mereka sedikitpun.

Go listen: “Repine”

 

9. Against Me! “Transgender Dysphoria Blues”

Against me

Pertanyaan mendasar yang sering dilontarkan beberapa waktu ini adalah adakah album yang akan memberi pengaruh sebesar album ke-6 dari Against Me! ? Album ini adalah album pertama dimana vokalis mereka Laura Jane Grace (sebelumnya Thomas James Gabel) berganti kepribadian menjadi seorang transgender sepenuhnya. Laura Jane mulai menjadi seorang transgender pada 2012 lalu dan mulai menulis lagu yang tentu sangat terpengaruh dengan perubahan pada dirinya. Album ini adalah representasi dari Laura Jane sebagai seorang transgender, sebuah album bernuansa folk punk dengan pesan yang kuat bahwa orang seperti Laura Jane ada dan percayalah album ini adalah referensi yang akan banyak dicari di masa mendatang.

Go listen: “Black Me Out”

 

8. Hostage Calm “Die On Stage”

Hostage Calm die on stage

Hostage Calm emang diberitakan bubar setelah album ini dirilis, seolah-olah mereka tengah menulis eulogy mereka sendiri dengan Die On Stage. Jika memang yang diberitakan benar dan mereka tidak berniat untuk kembali lagi, mereka bisa dibilang sukses dalam menutup karir mereka dengan sebuah masterpiece. Sebuah musik yang tidak jauh dari akar punk rock dengan influence Morrissey dan pop tahun 50’an yang terdengar sebagai album holiday dengan banyak bebunyian lonceng, tapi tetap anggun. Mereka memang mengambil langkah berani ketika merubah halauan mereka dari melodic hardcore ke pop, tapi langkah berani mereka terbukti mampu meninggalkan sebuah blueprint yang bisa dibanggakan dari generasi 2010an.

Go listen: “Past Ideas of The Future”

 

7. Architects “Lost Forever // Lost Together”

Lost_Forever_Lost_Together

Architects membalikkan seluruh anggapan stagnansi yang terjadi di genre metalcore dengan album ke-6 mereka, Lost Forever // Lost Together. Album ini adalah perwujudan Architects pada keadaan puncak mereka, brutal, heavy dan penuh hantaman yang menohok. Mereka seolah tidak mau berkompromi dengan kompleksitas musik mereka. Jika ada sebuah anggapan yang menyatakan Architects adalah salah satu genre leader dari style ini, rasanya semua band yang ada di genre ini tidak akan banyak protes. Lost Forever // Lost Together adalah sebuah album yang dimimpikan oleh semua band metalcore di seluruh dunia. Sebuah album metalcore yang nyaris tanpa cacat dan anthemic.

Go listen: “Naysayer”

 

6. Forever Came Calling “What Matters Most”

Forever Came Calling what matters most

Beberapa tahun yang lalu, anak-anak Forever Came Calling hanyalah sekelompok anak muda California yang bahkan keberadaannya tidak kita ketahui. Tapi sekarang, mereka adalah salah satu band pop punk paling panas dengan album pop punk yang bisa dianggap terbaik dalam beberapa tahun ke belakang. Album sophomore mereka, What Matters Most mengingatkan kita semua kenapa kita menyukai pop punk: catchybright, pacey, dan bertenaga. Semua materi di album ini tidak bisa dilewatkan karena mempunyai hook-nya sendiri dan semua itu dirangkum dengan baik untuk menghasilkan sebuah album yang tidak hanya anthemic tetapi juga addictive.

Go listen: “Indebted”

 

5. The Menzingers “Rented World”

The Menzingers rented world

Salahkan mereka jika ekspektasi tinggi menghampiri mereka setelah album mereka sebelumnya On The Impossible Past dirilis, faktanya The Menzingers sama sekali tidak terpengaruh dengan perbandingan tersebut ketika mereka merilis Rented World ke publik. Rented World seperti pendahulunya adalah sebuah rilisan yang bernyawa rock n roll bertemu dengan kejujuran ala punk rock, hanya saja kali ini The Menzingers terdengar lebih nyaman dalam menyampaikan isi hati mereka ketimbang di album mereka sebelumnya. Straight-forward punk rock album yang sepertinya akan membuat the Ramones tersenyum di alam sana. Rasanya tidak berlebihan kalo menyebut The Menzingers sebagai band punk rock terbaik buat saat ini.

Go listen: “The Talk”

 

4. Copeland “Ixora”

Copeland ixora

Butuh waktu kurang lebih 5 tahun buat fans Copeland di seluruh dunia untuk akhirnya mendengarkan karya dari Aaron Marsh dkk ini. Penantian yang tidak sia-sia karena album ke-6 Copeland ini bisa disebut sebagai album paling lengkap yang pernah mereka tulis dan tentu menghadirkan sound signature yang sudah sangat khas dalam repertoire mereka. Dengan album ini, Copeland kembali membuktikan bahwa dual layering vocal mampu bekerja dengan sangat baik ketika disandingkan dengan sayatan khas dari string instrument, menghasilkan sebuah album yang tidak hanya artistik tetapi juga membius, seakan menjadi candu buat otak kalian.

Go listen: “Erase”

 

3. Every Time I Die “From Parts Unknown”

Everytime I Die from parts unknown

Sampai saat ini Converge masih dianggap sebagai standar dari sebuah band metalcore dan tidak jauh di belakang Converge ada sebuah band yang bernama Every Time I Die. Tidak berusaha melebih-lebihkan, Every Time I Die punya semua alasan buat mendukung hal itu. Album ke-7 mereka, From Parts Unknown menahbiskan mereka sebagai salah satu band terbaik yang pernah bermain di genre ini. Riff gitar di album ini membuat kalian ingin belajar bermain gitar secara lebih dalam lagi. Komposisi di album ini bahkan tidak bisa kalian prediksi, setiap lagu memiliki harta karunnya sendiri seolah ingin menunjukkan bahwa ini adalah salah satu album metalcore terbaik yang pernah diproduksi.

Go listen: “Moor”

 

2. The Hotelier “Home, Like NoPlace Is There”

The Hotelier Home, like no place is there

Adalah sebuah kriminalitas dengan tidak mencantumkan album sophomore dari The Hotelier di sini. Dengan Home, Like Noplace Is There, mereka telah menciptakan sebuah standar yang baku untuk musik emo punk. Sebuah standar yang mungkin akan sulit untuk mereka lewati sendiri. The Hotelier paham betul bagaimana membuat sebuah album yang tidak hanya bagus tetapi juga sebuah album yang bisa mencipatkan hubungan dengan pendengarnya. Home, Like NoPlace Is There ini seperti sebuah narasi yang mengajak kita untuk merasakannya secara langsung sejak kata-kata pertama dari album ini menghentak, “Open the curtains/ Singing birds tell me “tear the buildings down.”.

Go listen: “An Introduction To The Album”

 

1. PVRIS “White Noise”

Pvris white noise

Kadang kalian ingin mendengarkan musik pop masa kini, tapi kemudian kalian jenuh dengan ke-monoton-an musik populer jaman sekarang dan akhirnya kembali memilih untuk mendengarkan musik sidestream. Oke, solusi buat permasalahan kalian adalah PVRIS. Debut album mereka, White Noise tidak hanya mengumbar keagungan musik glam rock 80an dengan nuansa dark electronic yang menghantui, tetapi juga sebuah kepingan musik pop komersial yang laku keras di chart. Kepercayaan diri mereka dalam memainkan musik yang ‘tidak aman’ ini membuahkan sebuah album yang tidak hanya spektakuler tetapi juga belum pernah ada.

Go listen: “St. Patrick”

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]