Boleh setuju boleh tidak, beberapa orang cenderung menganggap judul album hanya sebagai ‘judul album’ saja tanpa memandang nilai artistiknya. Padahal judul album sebenarnya adalah sebuah pelengkap dan pemanis sebuah karya musik. Bisa dikatakan begini, judul album sama seperti sebuah cherry di sebuah kue, tidak begitu penting namun tetap diperlukan karena akan menambah daya tarik. Coba kita bayangkan, jika Through Being Cool milik Saves The Day diberi judul Hype atau Swag, tentu hal itu akan mengurangi tingkat estetika dari album Saves The Day tahun 1999 tersebut. Akibatnya orang akan malas untuk sekedar penasaran dengan album tersebut dan mengurangi potential listener sehingga pepatah “Apalah arti sebuah nama” tidak akan berlaku di kasus ini. Karena pentingnya judul album, beberapa band kemudian memikirkannya secara serius dan untuk mengapresiasi hal tersebut, kami mencoba memilih beberapa judul album yang dianggap terbaik dan mampu menggambarkan secara keseluruhan musik di dalamnya. Are you ready?

 

1. Sum 41 “All Killer No Filler”

Sum 41 selalu konsisten dalam menulis punchline yang memorable tak terkecuali yang satu ini. All Killer No Filler adalah album Sum 41 yang dirilis pada tahun 2001 dan berisikan track-track sepanjang masa mereka seperti “In Too Deep” dan “Fat Lip”. Jika dicermati secara harafiah, All Killer No Filler berarti semua lagu yang ada di album tersebut adalah lagu-lagu yang harus didengarkan karena bukan hanya sekedar pelengkap saja (filler). Sebuah kalimat yang seakan memberikan tantangan buat fans untuk membuktikan bahwa album ini memang bagus.

 

2. Bring Me The Horizon “Sempiternal”

Ada sebuah cerita menarik mengenai judul album ke-4 band asal UK ini. Sebelum dinamai Sempiternal, Bring Me The Horizon sempat berencana untuk menamai album mereka dengan judul Empire. Namun mereka merasa nama Empire terlalu generic dan sudah banyak digunakan di berbagai karya musik, mereka akhirnya menamai album mereka dengan nama Sempiternal. Sekarang jika kita mendengar kata Sempiternal, bayangan kita mungkin akan langsung tertuju kepada Bring Me The Horizon. Sebuah branding yang sukses.

 

3. Paramore “Brand New Eyes”

Brand New Eyes adalah sebuah masterpiece dari band asal Tennessee, Paramore dan berbicara mengenai masterpiece, Brand New Eyes adalah pemilihan sebuah nama yang bisa dibilang sangat brilian. Judul Brand New Eyes sendiri jika diartikan secara langsung akan terdengar aneh, mungkin Brand New Eyes adalah sebuah metaphor yang mereka gunakan untuk menunjukkan bahwa mereka telah meluruskan berbagai masalah personal di masa lalu mereka dan ingin melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Apakah ada judul yang lebih cocok untuk hal tersebut?

 

4. The Wonder Years “The Greatest Generation”

the-wonder-years-the-greatest-generation

Sebagai pioneer realist pop punk, The Wonder Years punya hak untuk mendeklarasikan bahwa mereka adalah band pop punk terbesar saat ini. Album terbaru mereka yang berjudul The Greatest Generation adalah sebuah statement yang berani, namun generasi yang dimaksud di sini mungkin adalah generasi new wave of pop punk, mungkin saja. Berbicara mengenai The Greatest Generation, album ini adalah salah satu album terbaik tahun 2013 lalu dan judul yang paling tepat untuk menggambarkan karya agung ini tidak lain adalah The Greatest Generation. Ada sebuah statement yang menyatakan untuk menciptakan sebuah headline diperlukan sebuah kata-kata yang besar dan berani, dalam kasus ini The Wonder Years sukses dalam mengaplikasikannya.

 

5. Against Me! “Transgender Dysphoria Blues”

Isu transgender adalah isi yang sensitif bagi sebagian orang, bahkan ada sekelompok orang di sana yang dengan tegas menolaknya. Namun Laura Jane Grace (sebelumnya bernama Thomas James Gabel) yang juga seorang transgender dengan berani berdiri di barisan depan meneriakkan bahwa transgender bukanlah sebuah permasalahan sosial. Untuk membuktikan bahwa transgender bukanlah sesuatu yang harus dimusuhi, Against Me! menulis sebuah album yang inspiring dengan judul yang powerful, dengan album ini Laura Jane Grace mengeluarkan pendapatnya mengenai ketidaknyamanan yang dirasakan oleh seorang transgender karena labeling oleh kelompok tertentu.

 

6. Alesana “Where Myth Fades To Legend”

Poetry is such a beautiful thing. Berbicara mengenai poetry, Alesana adalah salah satu band yang konsisten dalam menghasilkan lirik-lirik lagu bertemakan poet dan tidak terdengar berlebihan. Beberapa karya mereka ditulis dengan sangat baik, meskipun beberapa kritikus kurang menyukai hal-hal berbau agony yang mereka tulis tapi mereka mampu menulis hal-hal yang sebenarnya biasa seperti patah hati namun dengan gaya yang lebih berkelas. Where Myth Fades To Legend adalah sebuah title yang artistik dan memunculkan kesan poetry yang indah.

 

7. Fall Out Boy “Infinity On High”

Tahun 2007 adalah tahunnya Fall Out Boy, bisa dibilang saat itu mereka berada di puncak karir mereka sebagai band dan mereka menulis sebuah rilisan yang kemudian akan dikenang sampai beberapa dekade ke depan (bagi sebagian orang). Infinity On High adalah sebuah susunan kata yang simpel namun punya arti mendalam. Nama Infinity On High sendiri diambil dari sebuah surat yang ditulis oleh Vincent van Gogh kepada saudaranya Theo. Demikian berbunyi, “Be clearly aware of the stars and infinity on high. Then life seems almost enchanted after all.”

Mungkin ada judul album yang terlewatkan dari daftar di atas karena itu jika kalian merasa punya judul album yang kalian rasa seharusnya ditulis di daftar ini, feel free to discuss it below.

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia.
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]

Share
Tweet
+1