Lebih dari 40 tahun yang lalu, musik punk mulai berkembang seiring dengan berkembangnya budaya baru di kalangan anak muda dan melahirkan lagu-lagu punk revolusioner yang ditulis karena situasi politik dan sosial yang terjadi pada masa itu. 

Berbicara mengenai punk, biasanya kita akan langsung teringat pada gerombolan anak jalanan yang urakan, tak tahu sopan santun, dan meresahkan. Padahal jika kita melihat sejarah punk yang sudah lama berkembang, paradigma tersebut sangatlah salah. Meski demikian artikel kali ini tidak akan khusus untuk membahas sejarah musik punk, walaupun hal itu memang menarik untuk dibicarakan. Tim redaksi Backstage Whisp akan fokus untuk menggali lagu punk yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan musik secara keseluruhan maupun perkembangan dinamika sosial dan politik di suatu wilayah.

Seperti halnya dengan perkembangan musik pop yang dinamis mengikuti perubahan zaman, lagu punk sendiri tidak hanya berhenti di satu titik saja dan konstan tanpa perubahan. Jika kita mengikuti sejarah perkembangan musik punk sejak The Stooges membuat cetak biru  yang biasa digunakan di musik punk, kita akan mengenal beberapa subgenre yang lahir dari lagu-lagu punk klasik. Perkembangan musik punk ini tak lepas dari keberanian band-band visioner seperti The Clash dan The Stranglers untuk mengeksplorasi struktur musik punk yang sudah terbentuk dengan memasukkan tambahan pengaruh dari musik lainnya.

Dimulai dari dekade awal punk yang memuat nama-nama seperti The Sex Pistols, The Clash, dan The Damned pada dekade 70an yang mewakili zaman dimana celana jeans sobek dan sikap agresif terhadap status quo adalah pemandangan yang biasa dilihat sehari-hari. Punk terus berkembang sampai kepada masa 90an, dimana band-band yang tampil pada periode itu mengobarkan semangat punk rock revival dengan musik melodic punk yang dipengaruhi oleh Bad Religion, sampai akhirnya kita sampai pada masa milenium baru dimana Green Day dan Blink-182 memberikan sentuhan pop sehingga menjadikan lagu baru yang masih merupakan turunan punk lebih mudah diterima secara luas.

Tentu saja musik punk tidak serta merta langsung berkembang seperti yang dimainkan The Clash begitu saja, ada musik lain yang bisa dianggap membidani lahirnya lagu punk yang berkembang di dekade 70an. Oleh karena alasan itulah, tim redaksi Backstage Whisp tertarik untuk melihat lagu apa sajakah yang memiliki peranan penting dalam membentuk musik punk yang seperti sekarang ini. Dimulai dari dekade 60an pada zaman Iggy Pop dan The Stooges, artikel ini juga akan membicarakan lagu punk rock yang berhasil membuat gebrakan di era MTV dan mempengaruhi lagu-lagu terbaru yang dirilis belakangan ini. Akhirnya, selamat menikmati sajian 20 lagu punk terbaik yang paling berpengaruh sepanjang masa menurut redaksi Backstage Whisp di bawah ini.

The Sex Pistols – God Save The Queen (diambil dari Never Mind The Bollocks, Here’s the Sex Pistols, 1977)

The Sex Pistols

Pada dekade 70an, mulai banyak pemuda di Inggris yang merasa terisolasi dengan aturan yang ditetapkan oleh kerajaan. The Sex Pistols sebagai salah satu penggerak punk di masa itu merilis lagu fenomenal berjudul “God Save The Queen” sebagai bentuk pembangkangan terhadap ratu Inggris yang hendak merayakan perayaan setelah bertahta selama 25 tahun. Rencana awal dari Malcolm McLaren, manajer The Sex Pistols saat itu adalah memainkan lagu ini dari sungai Thames, tepat di luar Westminster Palace. Hanya saja, penampilan The Sex Pistols tak pernah terjadi karena digagalkan oleh pihak otoritas kerajaan. Meski gagal memainkan “God Save The Queen” di sungai Thames, lagu ini kemudian menjadi mars dari pergerakan punk yang terjadi di Inggris dalam mengekspresikan kemarahan mereka terhadap penguasa. Dengarkan salah satu lagu punk terbaik berjudul “God Save The Queen” di bawah ini.

 

Green Day – Welcome to Paradise (diambil dari Dookie, 1994)

Green Day

Green Day banyak dikritik dan dianggap sell out karena kesuksesan album Dookie secara komersial. Namun rasanya kita tidak bisa menolak bahwa Green Day adalah band yang mulai meletakkan fondasi dasar dari musik pop punk yang mulai ramai berkembang di akhir 90an sampai awal 2000an. Coba cari satu band yang memainkan musik punk dan turunannya saat ini yang benar-benar tidak mengambil pengaruh dari Green Day. Melodi gitar yang cepat, vokal melodius, dan chorus yang sangat enak untuk dinyanyikan bersama-sama. Tiga hal tersebut adalah hal yang membuat nama Green Day meroket dan sukses secara komersial. Bisa dibilang, Green Day baru membuka pintu terhadap musik pop punk untuk lebih dilirik melalui lagu ini. Dengarkan salah satu lagu punk rock terbaik berjudul “Welcome to Paradise” di bawah ini.

 

The Clash – London Calling (diambil dari London Calling, 1979)

The Clash

The Clash sampai sekarang masih dianggap sebagai band dengan pengaruh paling kuat, tidak hanya terhadap musik punk namun juga musik secara keseluruhan. Lagu blockbuster mereka, “London Calling” adalah sebuah lagu dimana The Clash mulai memberi izin kepada elemen lain di luar punk untuk melebur bersama dengan musik punk itu sendiri. Hasilnya adalah sebuah lagu yang sangat cerdas, beragam, dan secara teknis mengagumkan. Joe Strummer sendiri tak pernah malu untuk mengakui bahwa ia ingin The Clash diterima secara lebih luas, melalui “London Calling”, The Clash baru saja merobohkan dinding itu dan menjadi contoh tentang bagaimana musik punk bisa dikembangkan sampai sejauh ini dengan hasil yang mengagumkan. Dengarkan lagu berjudul “London Calling” di bawah ini.

 

The Who – My Generation (diambil dari My Generation, 1965)

The Who

Pengaruh yang ditimbulkan oleh The Who sangatlah luas dan beragam. Tercatat, The Who berhasil memberikan pengaruh mereka kepada musik dari band-band seperti The Ramones, Green Day, Led Zeppelin, The Clash, The Sex Pistols, sampai Nirvana. Lagu “My Generation” berhasil menyuarakan apa yang menjadi keresahan dan kemarahan generasi muda saat itu dengan eksplosif. Lagu ini boleh disebut sebagai salah satu lagu paling keras, terartikulasi, dan berpengaruh dalam sejarah rock n roll sekaligus meletakkan pondasi untuk sound musik punk di tahun-tahun selanjutnya. Emosi yang disalurkan melalui lirik kontroversial di lagu ini, menjadikan “My Generation” sebagai anthem bagi generasi muda di tahun 60an. Bahkan jika kita berbicara mengenai dampak yang lebih luas, lagu ini dianggap sebagai standar minimum tentang bagaimana sebuah lagu ditulis dengan struktur seminimal mungkin untuk menghasilkan dampak sebesar mungkin. Much punk, eh? Dengarkan lagu berjudul “My Generation” di bawah ini.

 

The Ramones – Blitzkrieg Pop (diambil dari Ramones, 1976)

The Ramones

Lagu “Blitzkrieg Pop” selalu mewarnai daftar lagu punk klasik dimana saja karena satu alasan, ya memang lagu ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan punk di masa-masa mendatang. Mulai dari chant yang anthemik, “Hey Ho! Let’s Go!” sampai kepada pelajaran punk rock 101 yang mereka tunjukkan. The Ramones tak terlalu memusingkan untuk memasukkan solo gitar yang rumit atau struktur yang membuat mereka terdengar sok pintar, namun energi yang mereka pertontokan luar biasa menginfeksi. Pengaruh The Ramones terhadap musik masih bisa dirasakan sampai sekarang, bahkan masih banyak band ramonescore yang setia untuk berpegang pada struktur lagu serta progresi yang dipopulerkan oleh The Ramones. Pengaruh lain di luar musik? Tentunya dinikmati oleh para penjual kaos hitam dengan sablon Ramones yang seperti tak lekang oleh waktu. Dengarkan lagu berjudul “Blitzkrieg Pop” di bawah ini.

 

Bad Religion – Suffer (diambil dari Suffer, 1988)

Bad Religion
Fat Mike dari NOFX menyebut album dari Bad Religion berjudul Suffer sebagai album yang mengubah segalanya. Bisa dikatakan bahwa melalui album tersebut untuk pertama kalinya sound melodic punk modern, yang cepat, simpel, dan bertenaga mulai terdefinisikan. Sound ‘modern’ punk pada masa itulah yang akhirnya mempengaruhi hampir semua band melodic punk dari skena South California pada tahun 90an. Mungkin jika kita harus mencari perbandingan, pengaruh yang ditimbulkan oleh lagu khususnya album Suffer secara keseluruhan ini sama halnya seperti pengaruh dari revolusi musim panas tahun 1985 dengan hadirnya band seperti Rites of Spring. Sama seperti revolusi musim panas tahun 1985, Bad Religion melalui “Suffer” telah berhasil merevitalisasi skena West Coast yang sempat kehilangan arah. Dengarkan lagu berjudul “Suffer” di bawah ini.

 

Blink-182 – All The Small Things (diambil dari Enema of The State, 1999)

Blink-182

Blink-182 sering dianggap sebagai band sampah oleh komunitas punk old school, dianggap terlalu ngepop dan menjual diri terhadap popularitas paska kesuksesan beberapa lagu hits cross over mereka dalam merajai tangga lagu pop di berbagai negara. Namun dibalik itu, kita tidak dapat menyangkal pengaruh besar Blink-182 dalam perkembangan musik pop punk yang merupakan turunan dari musik punk di awal tahun 2000an. Bersama Green Day, Blink-182 berjasa besar dalam meramu dan memoles sound dari lagu-lagu pop punk yang dirilis di tahun-tahun selanjutnya, sekaligus menetapkan standar bagi industri punk rock itu sendiri. Lagu “All The Small Things” sendiri adalah salah satu lagu paling populer bagi remaja yang tumbuh di era milenium baru. Dengarkan lagu berjudul “All The Small Things” di bawah ini.

 

The Misfits – I Turned Into a Martian (diambil dari Walk Among Us, 1982)

The Misfits

Kalian tahu band itu istimewa dan sangat berpengaruh ketika band seperti Metallica dan Guns N’ Roses menyebutnya sebagai band yang mempengaruhi mereka. The Misfits adalah bapak dari subgenre baru di musik punk yang kemudian populer dengan istilah horror punk. Dengan lirik yang terdengar brutal, tak jauh-jauh dari hal-hal seperti zombie dan pembunuhan, The Misfits adalah salah satu nama yang mungkin dihindari dan di-black list oleh para orang tua agar tidak didengarkan oleh anak-anak mereka. Lagu “I Turned Into a Martian” membawa popularitas horror punk pada puncak yang sangat tinggi, bersamaan dengan itu menginspirasi band-band lain untuk ikut memainkan musik serupa, seperti Wednesday 13 dan Horrorpops. Dengarkan lagu berjudul “I Turned Into a Martian” di bawah ini.

 

Descendents – Suburban Home (diambil dari Milo Goes to College, 1982)

Descendents

Descendents adalah salah satu nama yang paling mudah dikenali di skena awal melodic punk South Carolina. Lagu “Suburban Home” bisa dibilang telah membuka jalan bagi band-band seperti Green Day dan hampir semua band-band yang tampil di edisi awal Warped Tour dalam mengembangkan sound mereka. Tak hanya berbicara mengenai aspek musikalitas, Descendents juga sudah getol dalam menulis lirik tentang wanita dan burger. Merasa familiar? Yap, jauh sebelum aliran pizzacore merebak di generasi pop punk modern belakangan ini, Descendents sudah mempopulerkan aliran (insert your favorite food here)-core walau mereka tak pernah secara langsung menyebut diri mereka seperti itu. Dengarkan lagu berjudul “Suburban Home” di bawah ini.

 

The Stooges – I Wanna Be Your Dog (diambil dari The Stooges, 1969)

The Stooges

Tahun 1969 yang lalu, tidak ada yang menyangka bahwa lagu dari Iggy Pop bersama dengan The Stooges yang berjudul “I Wanna Be Your Dog” akan meninggalkan pengaruh yang sangat kuat dan boleh disebut sebagai cikal bakal musik yang di kemudian hari disebut dengan sebutan punk rock. Belum pernah tercatat dalam sejarah, musik dengan skema tiga chord dan satu not piano dimainkan dengan cara sejenius ini. Mengutip dari Thurston Moore (Sonic Youth), “The Stooges adalah perwujudan sempurna dari apa yang bisa dicapai dengan memainkan musik”. Apalagi, Iggy Pop sering disebut sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap popularitas stage diving. Warisan yang ditinggalkan The Stooges rasanya tak bisa dirangkum dalam satu paragraf seperti ini. Dengarkan lagu berjudul “I Wanna Be Your Dog” di bawah ini.

 

Operation Ivy – Sound System (diambil dari Energy, 1988)

Operation Ivy

Operation Ivy adalah band ska punk seminal, band yang mengawali pergerakan ska punk. Memang jauh sebelum Operation Ivy memainkan kombinasi musik ska dan punk, sudah ada The Clash yang memainkan kombinasi cross over dua aliran musik tersebut. Namun, pengaruh Operation Ivy terhadap ska punk tak bisa disanggah oleh siapapun. Tanpa mereka mungkin band-band seperti Sublime dan bahkan Rancid serta Transplants (band Tim Armstrong setelah Operation Ivy) tidak akan pernah ada. Lagu “Sound System” seperti sebuah cetak biru untuk sebuah musik ska punk, mereka memperkenalkan bahwa musik punk bisa dimainkan dengan cara yang menyenangkan, gitar upstroke, dengan beberapa sentuhan rap. Dengarkan lagu berjudul “Sound System” di bawah ini.

 

The Offspring – Come Out and Play (diambil dari Smash, 1994)

The Offspring

Memang benar jika The Offspring ‘tidak’ memberi pengaruh apa-apa terhadap perkembangan style punk secara keseluruhan. Bahkan jika dibandingkan dengan band-band seangkatan seperti NOFX, peninggalan The Offspring bagi punk secara artistik bisa dibilang sangat minim serta jangan lupakan juga jika mereka merilis salah satu album terburuk sepanjang masa di Americana. Namun, lagu “Come Out and Play” yang diambil dari album Smash (1994) ini memberi pengaruh lain dari segi komersial. Lagu ini adalah lagu punk 90an pertama yang berhasil menggapai posisi nomor 1 di tangga lagu Billboard dan mendapatkan berbagai pujian dari media masa internasional. Kesuksesan The Offspring ini memacu orang-orang, para pendengar musik kasual untuk mulai mencari tahu band-band yang memiliki gaya bermain dan sound mirip mereka dan akhirnya secara tak langsung turut serta untuk mendorong kesuksesan band dengan musik punk (serta turunannya) secara komersial. Dengarkan lagu berjudul “Come Out and Play” di bawah ini.


 

Rancid – Time Bomb (diambil dari And Out Come the Wolves, 1995)

Rancid

Rancid, bersama dengan Green Day, The Offspring, dan Bad Religion sering dianggap sebagai the big four of punk revival tahun 90an. Yang membuat Rancid langsung menonjol dibandingkan dengan band lain seangkatan mereka adalah bagaimana mereka terdengar sebagai bentuk reflektif dari punk di tahun 70an. Lagu “Time Bomb” adalah lagu yang merangkum bagaimana sebuah musik dengan sound punk retro dicammpur dengan beberapa pengaruh ska. Musik yang Rancid mainkan menjadi semacam jembatan bagi musik punk di generasi sebelumnya dengan musik punk di generasi mendatang, melalui lagu “Time Bomb” ini juga, Rancid seperti mengingatkan band-band yang ada setelah Rancid tentang bagaimana musik punk sebelumnya dimainkan. Dengarkan lagu berjudul “Time Bomb” di bawah ini.

 

Bad Brains – I Against I (diambil dari I Against I, 1986)

Bad Brains

Situs The Daily Beast menobatkan Bad Brains sebagai band Amerika paling penting dalam 35 tahun terakhir. Lebih lanjut, Stereo Williams menyebutkan bahwa Bad Brains mencetak template mengenai etos dan estetika yang kemudian diadopsi oleh Nirvana dalam menaklukan tangga lagu populer dekade 90an. Ketika mereka mulai populer sebagai fenomena Washington DC di tahun 70an, tidak ada band di masa itu yang terdengar seperti Bad Brains. Tingkat presisi yang mereka peragakan, energi yang mereka injeksikan, sampai pengaruh beraneka macam, mulai dari reggae sampai heavy metal, menjadikan Bad Brains sebagai salah satu band paling futuristik di masa itu. Dengarkan lagu berjudul “I Against I” di bawah ini.

 

The Dead Kennedys – California Über Alles (diambil dari The 1978 Demos, 1978)

The Dead Kennedys

The Dead Kennedys ini sangatlah punk sekali, mereka tak pernah segan-segan untuk menunjukkan sikap politik mereka dalam bentuk protes melalui lagu yang mereka tulis. Banyak yang menyangka jika mereka adalah sekumpulan orang pemarah, kasar, dan anarkis. Namun, jika kita mengambil waktu untuk mendengarkan lagu yang mereka tulis, mereka selalu melakukan protes dengan cara yang brilian, sarkastik dan ironis. Lagu “California Über Alles” adalah salah satu  lagu mereka yang memiliki pengaruh dalam bidang sosial dan politik, ketika mereka secara langsung menyerang gubernur California saat itu, Jerry Brown dengan lirik yang sangat jelas sekali. Oh ya, mereka juga beberapa kali memperbaharui lagu ini dengan kondisi terkini seperti saat mereka membicarakan Ronald Reagan dan Arnold Schwarzenegger. Mungkin saja lagu ini akan diperbaharui lagi dengan Donald Trump sebagai fokusnya kali ini. Dengarkan lagu berjudul “California Über Alles” di bawah ini.

 

The Stranglers – No More Heroes (diambil dari No More Heroes, 1977)

The Stranglers

Dulu, ada sebuah aturan tak tertulis yang dipakai untuk mengklasifikasikan apa itu punk dan apa itu yang bukan merupakan punk. Aturan itu memang terdengar bodoh, untungnya The Stranglers dengan idgaf attitude datang untuk menghancurkannya melalui lagu “No More Heroes”. The Stranglers tak ragu-ragu untuk menambahkan keyboard dalam formasi band mereka, sebuah instrumen musik yang dianggap tidak punk sama sekali. Bahkan seperti hendak memberikan jari tengah terhadap aturan itu, mereka membiarkan Dave Greenfield, keyboardis mereka untuk memainkan solo dalam beberapa kesempatan. Meski dianggap sebagai outsider dalam skena punk sendiri, The Stranglers justru menunjukkan makna punk yang sebenarnya dengan lagu punk yang futuristik ini. Sekaligus membuka jalan terhadap pemikiran tentang punk modern di masa selanjutnya. Dengarkan lagu berjudul “No More Heroes” di bawah ini.

 

Patti Smith – Piss Factory (diambil dari Hey Joe B-Sides, 1974)

Patti Smith

Patti Smith sering dianggap sebagai “godmother of punk”, sebuah julukan yang jelas bukan muncul tanpa sebab. Meski dianggap sebagai selebriti pada masanya, kontribusi yang diberikan oleh Patti Smith terhadap musik punk di Amerika Serikat tak bisa dielakan. Patti Smith adalah seorang seniman punk, tak hanya bermain musik, dia juga seorang penyair dan seniman visual. Lagunya yang berjudul “Piss Factory” tak hanya melambungkan namanya, namun juga dianggap sebagai lagu yang mengawali meledaknya popularitas punk beberapa tahun setelah lagu ini dirilis. Lewat lagu ini pula, Patti Smith mempelihatkan kemampuan dalam bernarasinya yang dipoles dalam setiap penampilannya. Lewat Patti Smith, punk pun bisa menyampaikan narasi dengan elok. Dengarkan lagu berjudul “Piss Factory” di bawah ini.

 
New York Dolls -Personality Crisis (diambil dari New York Dolls, 1973)
New York Dolls
New York Dolls mungkin sudah jarang disebut oleh penikmat punk masa kini, namun ketahuilah sebelum istilah punk terbentuk, New York Dolls sudah memainkan punk (Stephen Thomas dari Allmusic). Band proto-punk ini mengambil pendekatan kasar ala the Rolling Stones, glam rock ala David Bowie, dan noise ala the Stooges. Hasilnya? Sebuah bentuk musik baru yang menginspirasi banyak generasi muda di New York sesudahnya, yang akhirnya memutuskan untuk membuat band punk dan menginisiasi skena punk New York City. Dengarkan lagu “Personality Crisis”, lagu itu adalah prototipe dari punk rock yang sudah berkembang sampai kepada titik ini. Salah satu inovator dalam musik punk yang memberi pengaruh besar kepada band seperti The Ramones. Dengarkan lagu berjudul “Personality Crisis” di bawah ini.

 

Social Distortion – Story of My Life (diambil dari Social Distortion, 1990)

Social Distortion

Social Distortion adalah salah satu band, bahkan mungkin masih satu-satunya?, yang berani dalam menghasilkan kombinasi yang tidak biasa ketika mereka memperkenalkan kombinasi dari punk rock dengan gaung rock n roll dan terkadang folk. Lagu “Story of My Life” yang adalah perwujudan dari arah musik baru yang mereka tempuh setelah sebelumnya bermain di ranah kontemporer. Nyatanya musik punk yang mereka mainkan di tahun 90an ini mampu memberi tenaga terhadap punk revival yang memang sedang terjadi di tahun itu dan membantu lagu-lagu punk yang lain dalam mencapai kesuksesan dan dikenal publik. Dengarkan lagu berjudul “Story of My Life” di bawah ini.

 

The Homosexuals – Hearts In Exile (diambil dari single 7‘, 1978)

The Homosexuals

Mereka dianggap sebagai salah satu band paling visioner yang muncul dari skena punk. The Homosexuals mungkin tidak sepopuler The Clash atau the Pistols, namun banyak pihak yang setuju jika band ini adalah band yang mengawali musik post punk. Dengarkanlah lagu ini, dengan gitar yang terukur, melodi yang kompleks dan kecenderungan untuk bereksperimen, The Homosexuals seperti menemukan formula yang kemudian dipakai penerus mereka dalam mempopulerkan post punk. Belum lagi, ketidakpopuleran band ini menjadikan mereka sebagai idola bagi penggemar anarko punk. Dengarkan lagu berjudul “Hearts In Exile” di bawah ini.

 

Dua puluh lagu di atas adalah lagu punk yang menurut tim redaksi memberikan pengaruh paling besar dalam sejarah musik punk dan keadaan sosial dan politik. Apakah menurut kalian ada yang terlewat? Beri tahu kami melalui kolom komentar di bawah ini ya.

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia.
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]

Share
Tweet
+1