“Home is where your heart is.” adalah sebuah mantra yang diucapkan oleh Dony Setiawan, gitaris dari Southguns ketika ditanya mengenai filosofi sebuah rumah. Rumah dalam arti yang cukup luas tak hanya terbatas pada sebuah ruang atau sesuatu yang dilambangkan oleh bangunan fisik saja. Melalui EP terbaru mereka yang akan segera dirilis, sekaligus debut yang menjadi penanda eksistensi mereka di pentas musik arus pinggir tanah air, Southguns memberi arti bahwa rumah merupakan suatu tempat dimana mereka merasakan berbagai pengalaman serta kejadian, entah itu sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan. Seperti menyetujui apa yang dinyanyikan oleh Brad Smith (eks Heroes For Hire) di lagu “Lords of Blacktown”, Southguns ingin bercerita tentang sebuah ‘rumah’ yang mereka yakini, yang menjadi wadah bagi segala aspek kehidupan yang mereka alami.

Alasan itu pulalah yang akhirnya menjadi landasan utama dalam pemberian nama bagi EP perdana mereka, Home.

Home itu artinya rumah. Dalam EP ini, semua lagu dan liriknya bercerita tentang ruang lingkup kita, rumah dalam arti yang luas. Tentang keluarga, pekerjaan, rasa syukur, dan juga tentang percintaan. Hal seperti itu tidak jauh dari kata rumah. Tempat dimana kita tinggal, tempat dimana kita hidup, dan tempat dimana kadang kita merasa nyaman juga bosan saat ada di situ. Dari itu, kita mau mencurahkan isi hati kita masing-masing tentang apa yang kita rasakan.”.

Lagu pertama yang mereka perkenalkan sebelumnya, “Grateful” adalah salah satu bagian dari perasaan tentang kehidupan yang mereka maksud. Lagu itu memperkenalkan satu sisi manusiawi dari personel Southguns dalam wujud rasa syukur atas kesempatan dalam menyalurkan hobi serta mengejar cita-cita yang mereka miliki sampai sekarang. Semua curahan hati itu dirajut dalam sebuah musik pop punk bertenaga, dengan beberapa bagian yang cukup catchy dan mudah diingat.

Melalui rilisan ini, Southguns seperti sedang meneruskan estafet pop punk yang cukup identik dengan tema sejenis ini. Jika kita perhatikan masa dimana genre musik ini meledak, pop punk memiliki reputasi sebagai musik yang mampu mewakili perasaan para pendengarnya secara luas. Secara sederhana, pop punk menawarkan sebuah tema yang lekat dengan hitam putih kehidupan remaja, tak hanya di Indonesia tapi juga hampir di seluruh dunia, termasuk di antara remaja itu adalah personel dari Southguns. Secara bersamaan mereka menggambarkan pop punk sebagai sebuah idealisme dan gaya hidup yang mereka yakini, sebuah idealisme yang kemudian memberi mereka dorongan untuk bermain musik dan menyelesaikan EP Home.

EP ini, seperti yang sudah sangat sering diangkat melalui musik pop punk lainnya, akan berputar di dalam sebuah tema dengan fokus kehidupan sehari-hari, termasuk di antaranya segala problematika yang biasa dihadapai manusia menurut sudut pandang dari personel Southguns sendiri. Keinginan dalam menyajikan rentetan kejadian melalui aspek sonik secara gamblang itu pulalah yang memberi mereka pertimbangan untuk melakukan kolaborasi dengan Gaga (Modern Guns) di salah satu lagu berjudul “Grey”. Menurut mereka, warna serta karakteristik yang dibawa oleh beberapa individu yang berbeda akan mampu memperkaya sebuah karya seni untuk akhirnya menghindarkan karya tersebut dari sebuah kemonotonan. Sehingga kekayaan dari karya seni tersebut mereka harapkan nantinya mampu memperjelas pesan yang sedang mereka sampaikan.

Keinginan untuk menghindari kemonotonan itu pulalah yang menjadi dasar bagi mereka untuk menyisipkan sebuah lagu akustik di tengah kumpulan lagu yang penuh tenaga di EP debut mereka. Melengkapi distraksi itu, mereka sengaja membuat lagu akustik itu dengan tema yang boleh disebut sebagai tema paling universal, cinta. “Karena semua lagu tadinya tidak ada yang menceritakan tentang cinta, kita sepakat untuk memberi sebuah lagu pemanis di EP ini dengan tema percintaan untuk pendengar yang suka galau-galauan.” Ungkap Dony.

EP Home sendiri dalam proses pengerjaannya dibantu oleh Cliff Renyut (Djevin Records) sebagai engineer dan akan dirilis pada 24 September 2016 nanti melalui laman Bandcamp mereka yang bisa diakses di southguns.bandcamp.com. Untuk menyambut perilisan yang tinggal seminggu lagi, Southguns bersama dengan Backstage Whisp akan memperdengarkan salah satu lagu di EP tersebut yang berjudul “Grey”. Lagu ini adalah sebuah lagu yang menawarkan energi untuk dibagi dengan lirik yang tentunya menarik untuk dinyanyikan secara masal . Enjoy this one, folks.

About The Author

Martin K.Y

I'd love to talk mostly about music and pro wrestling, sometimes about anime and basketball, come talk.

Share
Tweet
+1