Lagu sedih atau biasa dalam masyarakat kita disebut sebagai lagu galau seperti mempunyai efek magis yang membuat pendengarnya terlarut.

Beberapa waktu yang lalu, Adele berhasil mengalahkan nama-nama seperti Beyonce, Justin Bieber, Drake, dan Sturgill Simpson untuk meraih penghargaan Album of The Year pada perayaan ke-59 Grammy Awards. Sejak mulai dikenal lewat lagu “Chasing Pavement” yang dirilis pada tahun 2008, Adele membangun karirnya sebagai penyanyi solo melalui lagu-lagu ballad yang menyentuh dan penuh tragedi. Kualitas suara Adele yang terdengar menghantui dan seperti sedang patah hati melengkapi lagu-lagu yang dia tulis sehingga tak jarang ikut menyeret pendengarnya ke dalam suasana yang sedih juga.

Adele bukanlah penyanyi yang membawakan lagu paling sedih di dunia ini, ada banyak penyanyi maupun musisi lainnya yang juga dikenal sebagai spesialis membawakan lagu sedih sebelumnya, sebagai contoh, Secondhand Serenade atau Saybia. Menariknya, sangat sedikit orang yang menyukai berada pada keadaan sedih dan rapuh. Namun jika kita melihat tangga lagu yang mendominasi lagu populer saat ini, bukankah banyak sekali lagu-lagu yang dibangun dalam keadaan merana dan terdengar sangat sedih sekali? Lagu-lagu tentang patah hati, galau, kesepian, penyesalan, dan putus cinta adalah beberap tema yang sering sekali mencapai kesuksesan komersial. Lagu-lagu dengan konten seperti itu dianggap mampu mewakili perasaan pendengarnya dan mampu menciptakan koneksi yang intim. Bahkan tak jarang muncul pendapat yang menyatakan bahwa lagu-lagu sedih seperti itu mengeluarkan karakter masokis yang dimiliki oleh manusia. (Baca: Merayakan Tragedi)

Hubungan lagu-lagu sedih atau lebih familiar dikenal sebagai lagu galau dengan tingkat kesuksesan komersial sebenarnya bisa dijelaskan melalui teori yang dikenal dengan nama elaboration likelihood model (ELM) yang digagas oleh Petty dan Cacioppo (1986). Dalam kerangka ELM, Petty dan Cacioppo (1986) memperkenalkan dua jalur yang dikenal dengan nama central route dan peripheral route untuk memprediksi perubahan sikap seseorang. Sikap sendiri singkatnya dideskripsikan oleh Ajzen (1991) sebagai evaluasi baik dan buruk. Jalur periperal yang berkembang dalam kerangka teori ELM sendiri bisa diwakili oleh daya tarik emosional. Sehingga mengacu kepada kerangka ELM tadi, menjadi masuk akal kenapa lagu-lagu dengan nuansa sedih dan galau menjadi sangat disukai oleh pendengar paling kasual sekalipun.

Dashboard Confessional Madison Square GardenMerayakan kesedihan? Dashboard Confessional berada di puncak popularitas ketika berhasil menjual habis tiket Madison Square Garden di tahun 2006.

Beberapa waktu yang lalu, melalui penelitian yang dilakukan di Tokyo University of Arts, para peneliti meminta 44 relawan, baik musisi maupun non-musisi) untuk mendengarkan lagu dengan nuansa sedih dan lagu yang gembira. Para relawan itu kemudian diminta untuk menilai persepsi yang mereka miliki terhadap lagu yang mereka dengarkan dan keadaan emosi mereka setelah mendengarkan lagu tersebut. Hasil penelitian dari Tokyo University of Arts ini sedikit mengagetkan. Para relawan yang ikut serta dalam penelitian ini mengaku mengalami emosi yang bertabrakan. Hasil secara keseluruhan menyebut lagu sedih yang mereka dengarkan dianggap lebih tragis ketimbang perasaan mereka sendiri. Artinya, musik galau atau musik sedih dianggap memiliki keadaan yang sangat menyedihkan, sehingga timbul perasaan bahwa ternyata selama ini hidup mereka tidak sesedih yang dibayangkan.

Lebih lanjut, penelitian tersebut menemukan bahwa musik atau lagu yang dianggap sedih sebenarnya mampu merangsang perasaan emosi romantis dari diri seseorang, termasuk juga perasaan sedih. Hal ini terjadi kepada semua orang, baik orang yang sudah sangat terlatih dengan berbagai musik dan juga orang yang mendengarkan musik secara kasual saja. Penemuan ini paling tidak menjelaskan kenapa orang-orang yang sedang berada dalam keadaan hancur, patah hati, dan galau biasanya mencari pelampiasan atau eskapisme dengan mendengarkan lagu yang sedih karena pada dasarnya ketika seseorang mendengarkan lagu sedih, orang itu akan merasakan perasaan yang menyenangkan pula.

Perasaan yang menyenangkan itu dijelaskan oleh peneliti dari Tokyo University of Arts timbul karena lagu-lagu dengan tema sedih dan patah hati tidak benar-benar memberikan ancaman terhadap keamanan kita, tidak seperti emosi yang dirasakan melalui kontak langsung di kehidupan nyata yang bisa mengguncang psikis dan emosi seseorang. Kesimpulan yang didapat dari penelitian tersebut, peneliti mengatakan bahwa “Jika kita mengalami emosi yang kurang menyenangkan di dalam kehidupan sehari-hari kita, musik yang sedih (lagu galau, -red) mungkin akan membantu dalam meringankan emosi negatif itu.”.

Penelitian itu sangat penting apalagi saat ini banyak sekali orang yang menganggap kebanyakan mendengarkan lagu galau sebagai sesuatu yang memalukan dan sebaiknya dihentikan. Saran dari kami, tak perlu dengarkan mereka, mendengarkan lagu sedih dalam kadar yang pas memang bisa membantu seseorang dalam menghilangkan emosi yang negatif dan membantu kita dalam mencapai momen introspektif. Jadi, untuk kalian semua pemuja lagu sedih, tim redaksi sudah menyiapkan kumpulan lagu galau dan sedih alternatif yang bisa membantu kalian dalam melenyapkan emosi negatif. Selamat menikmati sajian ini.

 

Tonight Alive – The Other Side (diambil dari The Other Side, 2013)

Tonight Alive

Resapi saja lirik demi lirik yang dimiliki lagu ini, saat itu kalian akan setuju bahwa lagu ini sangatlah emosional dan salah satu lagu paling sedih yang pernah ditulis oleh Jenna McDougal. Lagu ini tragis, berisikan penyesalan, ingatan akan masa lalu, dan juga penerimaan akan kenyataan. Dalam lagu ini, Jenna McDougal terdengar seperti seseorang yang baru saja patah hati setelah mengalami perpisahan dengan cinta sejatinya. Dengarkan bagian chorus dari lagu, “Cause everytime I ran, I ran to you/ I meant it everytime I said I loved you/ I kiss the thought of you and I/ I still regret the day that we said goodbye”. Bagian ini adalah bagian yang sangat kuat dan menjadi alasan kenapa lagu ini bisa membuat kamu galau. Dengarkan lagu “The Other Side” di bawah ini.

Tonight Alive – The Other Side (Unofficial Lyric Video)

 

Neck Deep – A Part of Me (diambil dari Rain In July / A History Of Bad Decisions, 2014)

Neck Deep

Mengingat kenangan manis yang membekas selama masa berpacaran bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan, paling tidak begitulah lagu ini coba menggambarkannya. Dengan teriakan seraknya, vokalis Neck Deep, Ben Barlow menyanyikan tentang bagian yang dia sukai dari wanita idamannya dalam bait, “I like her ‘cause she’s smart, headstrong and independent.” dan kemudian menutup bagian itu dengan lirik berbunyi, “I’ll never forget her/ And she’ll always have a part of me.”. Melalui lagu ini, Neck Deep mengajarkan kita untuk berdamai dengan masa lalu, sesakit apapun itu. Pendamaian dengan masa lalu itu sangat penting dan erat kaitannya untuk memperoleh momen katartik yang kita butuhkan dalam proses penyembuhan. Dengarkan lagu “A Part of Me” di bawah ini.

Neck Deep – A Part of Me (Ft. Laura Whiteside) Official Music Video

 

Mount Eerie – Real Death (diambil dari A Crow Looked at Me, 2017)

Mount Eerie

Ditulis dan direkam pada 31 Agustus 2016 sampai dengan 6 Desember 2016 di sebuah tempat dimana Geneviève (istri Phil Elverum) meninggal dunia, direkam dengan menggunakan instrumen milik mendiang istri Phi, dari gitar sampai dengan accordion. Bahkan Phil Elverum menggunakan kertas milik Geneviève untuk menulis lagu ini. Phil mengaku alasannya dalam menulis lagu ini adalah untuk melipatkan suaranya agar seluruh dunia tahu dalam berkata “Aku mencitaimu, Geneviève.”. Lagu ini terdengar sangat heartbreaking, seluruh emosi yang dimiliki oleh Phil Elverum mampu didengarkan di lagu ini dan emosi itu menghasilkan sesuatu yang indah. ps. lagu ini pernah menjuarai tangga lagu terbaru versi Backstage Whisp. Dengarkan lagu “Real Death” di bawah ini.

Mount Eerie – Real Death

 

Dashboard Confessional – Screaming Infidelities (diambil dari Swiss Army Romance, 2003)

Dashboard Confessional

“I hope you’re as happy as you’re pretending” adalah mantra yang sangat memukau dan luar biasa puitis serta ironis dalam saat bersamaan. Chris Carraba selalu tahu cara dalam menyusun kalimat terindah yang ada di pikirannya untuk kemudian dituangkan secara kejam. Dashboard Confessional adalah salah satu unit emo paling esensial yang pernah dilahirkan dari skena ini. Mempunyai daya tarik arus utama yang kuat, lirik sedih nan pedih yang ditulis oleh Carraba selalu menjadi semacam quote kekinian bagi generasi yang tumbuh di awal 2000an. Dengan kombinasi akustik gitar, patah hati, dan sedikit kemarahan, Dashboard Confessional mengajarkan kita untuk menyalurkan emosi berlebih yang kita miliki dengan otentik. Dengarkan lagu “Screaming Infidelities” di bawah ini.

Dashboard Confessional – Screaming Infidelities (Official Music Video)

 

Something Corporate – Konstantine (diambil dari Songs For Silent Movies, 2003)

Something Corporate

Dengan durasi lebih dari 9 menit, lagu ini berhasil membuktikan bahwa tiap-tiap dari diri kita memiliki sisi romantis walaupun kadarnya mungkin berbeda-beda. Andrew McMahon jelas tahu cara membuat sebuah lagu ballad, namun lagu “Konstantine” ini istimewa, ini adalah sebuah lagu romantis yang menakjubkan, terdengar sangat emosional dan personal, lagu ini membuka diri untuk kalian semua yang sedang merasakan kalut dan galau setelah perpisahan dan putus cinta yang menyakitkan. Dibalut dengan dentingan piano yang menyayat, tidak ada lirik yang sebegitu membebaskan setiap pendengarnya seperti di lagu ini, terutama ketika Andrew mulai menyanyikan bagian, “Did you know I miss you?”. Dengarkan lagu “Konstantine” di bawah ini.

Something Corporate "Konstantine"

 

Simple Plan – Untitled (diambil dari Still Not Getting Any, 2004)

Simple Plan

Ketika Pierre Bouvier mulai menyanyikan bagian chorus dari lagu ini, “How could this happen to me/ I’ve made my mistakes/ I’ve got no where to run/ The night goes on as I’m fading away”, kita sebagai pendengar mungkin akan merasa terhantam. Mulai dari cara Pierre menyanyikan nada yang melodius, instrumen yang menyayat hati, dan atmosfer lagu secara keseluruhan yang heartbreaking. Lagu “Untilted” mempunyai bagian yang sangat penting, terutama di bagaian chorus di atas, Pierre bernyanyi sebagai seorang yang akan mati dan tidak tahu alasan kenapa dia akan mati. Sebuah lagu sedih dan sangat emosional mengingat hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Dengarkan lagu “Untitled” di bawah ini.

Simple Plan – Untitled (Official Video)

 

Sunny Day Real Estate – In Circles (diambil dari Diary, 1994)

Sunny Day Real Estate

Album Diary dianggap sebagai salah satu album paling penting dalam sejarah perkembangan musik emo, album ini mengantarkan Sunny Day Real Estate menjadi nama primer yang selalu dibicarakan oleh semua penikmat musik emo sebelum milenium baru. Dengan gitar yang moving, sesekali jangly, dan lirik yang lengkap dengan segala permasalahan mengenai patah hati, lagu ini mungkin adalah lagu yang paling bisa menceritakan apa itu cinta yang bertepuk sebelah tangan dalam waktu kurang dari lima menit, menjadikannya sebagai salah satu lagu sedih terbaik sepanjang masa. Hal ini diperparah dengan suara dari vokalis Jeremy Egnik yang terdengar sangat rapah, seperti tanpa pengharapan. Tiap kali kalian merasa galau, atau kalut, atau sedih, atau apapun itu, dengarkanlah lagu ini dan kalian akan merasa lebih baik. Ada alasan kenapa album album paling penting dalam sejarah perkembangan musik emo, album ini mengantarkan Sunny Day Real Estate menjadi nama primer yang selalu dibicarakan oleh semua penikmat musik emo sebelum milenium baru. Dengan gitar yang moving, sesekali jangly, dan lirik yang lengkap dengan segala permasalahan mengenai patah hati, lagu ini mungkin adalah lagu yang paling bisa menceritakan apa itu cinta yang bertepuk sebelah tangan dalam waktu kurang dari lima menit, menjadikannya sebagai salah satu lagu sedih terbaik sepanjang masa. Hal ini diperparah dengan suara dari vokalis Jeremy Egnik yang terdengar sangat rapah, seperti tanpa pengharapan. Tiap kali kalian merasa galau, atau kalut, atau sedih, atau apapun itu, dengarkanlah lagu ini dan kalian akan merasa lebih baik. Ada alasan kenapa album Diary dianggap sebagai album yang membantu pergerakan emo di masa tersebut. Dengarkan lagu “In Circles” di bawah ini.

Sunny Day Real Estate – In Circles [OFFICIAL VIDEO]

 

Yellowcard – Ten (diambil dari Southern Air, 2012)

Yellowcard

Lagu ini adalah tentang sebuah penyesalan, Ryan Key menulis lagu ini dalam keadaan yang kalut, hasilnya? Sebuah lagu yang bittersweet, sedih iya, ironis iya, namun memberikan kita pelajaran yang sangat penting. “Ten” berbicara tentang bagaimana vokalis Yellowcard, Ryan Key berandai-andai tentang anaknya yang diaborsi pada masa dimana dia masih sangat muda. Aborsi itu dilakukan dengan alasan Ryan Key dan pacarnya saat itu masih terlalu muda untuk memiliki anak. Sesuatu yang akhirnya disesali dengan mendalam oleh Ryan sampai saat ini, penyesalan ini tampak ketika Ryan mulai menyanyikan bait yang ia tulis berisikan pengandaian mengenai hubungan dengan si anak andai saja aborsi tidak dilakukan, “You would be ten and I’d be driving you to school/ You would tell all your friends that you thought I was cool/ And you would have all the love in my heart.”. Harus diakui, bagian itu sangat menyentuh sekali. Dengarkan lagu “Ten” di bawah ini.

Yellowcard – Ten

 

Mayday Parade – Three Cheers For Five Years (Acoustic Version, diambil dari Punk Goes Acoustic 2, 2007)

Mayday Parade

Sejak Jason Lancaster menyanyikan bait, “I swear that you don’t have to go.”. Kita semua tahu bahwa lagu ini akan banyak bercerita tentang patah hati setelah kekasih yang sangat dicintai pergi meninggalkan kita. “Three Cheers For Five Years” mengajarkan bagaimana sebuah rasa cinta yang dibangun dalam suatu hubungan bisa menjadi sebuah tragedi. Bagaimana rasanya ketika sesaat setelah perayaan anniversary kelima yang ditunggu-tunggu justru menjadi waktu dimana kita mengetahui bahwa selama ini kekasih kita sudah selingkuh di belakang kita? Tentu saja menyakitkan. Mayday Parade berhasil meramu lagu ini menjadi lagu anthem bagi orang-orang yang patah hati, sekaligus memberikan pandangan bahwa pada akhirnya yang sebaiknya kita lakukan adalah memaafkan. Paling tidak, dengan mendengarkan lagu ini, kita jadi merasa sedikit ‘beruntung’ karena tidak mengalami hal yang diceritakan dalam lagu ini. Dengarkan lagu “Three Cheers For Five Years” di bawah ini.

Mayday Parade – Three cheers for five years [Punk goes acoustic two.] with lyrics.

 

The Hotelier – Your Deep Rest (diambil dari Home, Like Noplace Is There, 2014)

The Hotelier

Lagu milik salah satu band emo penggerak emo revival tahun 2010an ini berbicara sangat dalam tentang rasa bersalah yang timbul setelah mengetahui salah satu teman terdekat mereka bunuh diri. Meski tak berbicara tentang kisah percintaan, jika kita telaah satu persatu lirik yang terkandung di dalamnya, kita akan memahami sesedih apa lagu ini. Bagian paling menohok adalah bagian lirik ini, “You said “remember me for me, I need to set my spirit free.”.”. Setiap kita yang mampu memahami lagu ini tentu akan merasakan lagu ini memberatkan hati, apa yang lebih menyedihkan ketika kita mengetahui kita tidak bisa membantu teman kita yang sedang sangat membutuhkan bantuan? Dengarkan lagu “Your Deep Rest” di bawah ini.

The Hotelier – Your Deep Rest

 

Brand New – The No Seatbelt Song (diambil dari Your Favorite Weapon, 2001)

Brand New

Jesse Lacey pernah mengatakan bahwa setiap kali ia mendengarkan lagu ini, dia selalu ingin melanju kencang dalam sebuah mobil dan menunggu mobil lain untuk menabraknya. Jika kita mencermati lirik yang terkandung dalam lagu ini, mungkin Jesse memang benar. Lagu ini menancap sangat dalam dengan beberapa lirik yang mengena, seperti pada lirik, “So take me and break me and make me strong like you/ I’ll be forever grateful to this and you” atau ketika Jesse Lacey menyanyikan bagian “It’s only you, beautiful, or I don’t want anyone”. Jesse terdengar sangat rapuh, mewakili orang-orang yang rapuh ketika seseorang yang mereka cintai meninggalkan mereka. Sebuah lagu indah untuk menggambarkan pentingnya memiliki orang yang berarti di samping kita. Dengarkan lagu “The No Seatbelt Song” di bawah ini.

The No Seatbelt Song Brand New Lyrics

 

Kumpulan lagu galau dan sedih barat di atas hanyalah sebagian saja, tentu kalian memiliki lagu yang suka kalian dengarkan setiap kali kalian merasa sedih bukan? Mari bagikan kepada kami melalui kolom komentar di bawah ini.

About The Author

Redaksi

Backstage Whisp (http://backstagewhisp.com/) adalah media online musik alternatif berbahasa Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di [email protected]

Share
Tweet
+1