Satu hal yang saya pikir secara serius dalam setahun ke belakang (eh tidak seserius itu tentu saja) adalah bagaimana Carly Rae Jepsen dengan segala kegemilangannya dalam menulis musik pop yang tak hanya catchy tapi juga berbobot ternyata kalah saing dengan nama-nama seperti The Chainsmokers dan Ed Sheeran (maaf untuk fans keduanya, tapi ini opini pribadi, mereka payah) ketika sudah masuk ke jatah airplay radio atau coverage media. Mungkin Carly Rae Jepsen ini adalah penyanyi yang menjadi korban dari lagu dia sendiri yang berjudul “Call Me Maybe”. Lagu itu menurut saya terlalu sering diekspos, terlalu banyak dimainkan, sehingga efek magis yang sebenarnya dimiliki lagu itu menjadi pudar seiring berjalannya waktu dan tentu saja banyak yang merasa muak dengan lagu ini karena meme yang bertebaran di tahun 2011.

Berbicara mengenai Carly Rae Jepsen, secara musikalitas saja, bukan secara publisitas yang dia raih melalui meme, tak ubahnya seperti membicarakan Jun Misugi dalam serial Captain Tsubasa atau Armin Arlert dalam serial Attack On Titan (Shingeki no Kyojin). Seorang game changer sejati yang selalu dipandang sebelah mata, walaupun secara peran dan kualitas sangatlah teruji. Jika kita berandai-andai, andaikanlah kita hidup dalam dunia yang sempurna, dimana segala penilaian akan sebuah karya dilakukan secara berimbang tanpa ada campur tangan mesin pemasaran, saya yakin nama Carly Rae Jepsen sudah layak untuk disebut sebagai salah satu nama paling besar dalam industri musik pop saat ini.

Dua rilisan terakhir dia, Emotion (2015) dan Emotion B-Sides (2016) adalah bukti nyata tentang bagaimana Carly Rae Jepsen dapat menulis lagu pop yang tidak murahan. Banyak mengambil pendekatan synthpop 80an, dipadu dengan hook-hook manis yang berasal dari suaranya yang sedikit cracked, Carly Rae Jepsen memberikan pencerahan terhadap musisi pop masa kini yang seperti miskin ide dan eksekusi. Akui saja, hampir semua lagu pop di radio saat ini mengambil formula yang sama dalam penulisan lagu sehingga terdengar sangat seragam.

“Cut To The Feeling”, lagu terbaru dari Carly Rae Jepsen masih banyak berkutat pada gagasan pop 80an dengan transisi menuju chorus yang kurang ajar manisnya dan terdengar sangat menggugah. Saya menyukai vibe yang memancar dari lagu ini, lagu ini seperti memberikan perasaan menyenangkan yang sulit untuk dilukiskan. Sebuah lagu yang sangat cerah, bombastis, dan mampu menginfeksi perasaan segundah apapun. Bayangkan saja ketika kamu sedang melihat seorang wanita (atau pria, tergantung identitas gender yang kamu kenakan) menoleh ke arahmu dengan rambut yang terhempas oleh angin, ya seperti itu gambaran yang saya tangkap setiap kali saya mendengarkan Carly Rae menyanyikan chorus lagu ini. Sebuah chorus yang tak hanya cerdas dalam pemilihan nada namun juga cukup sinematik.

Superioritas Carly Rae Jepsen dibandingkan penyanyi pop masa kini yang lain (selain Ariana Grande dan Beyonce tentunya) akan semakin terlihat ketika kita menyimak lirik yang ia tulis di lagu “Cut To The Feeling”. Carly Rae Jepsen membuktikan bahwa dirinya merupakan seorang penulis lirik yang cerdas, pintar memain-mainkan kata tanpa terdengar cheesy. Coba perhatikan lirik ini, “I wanna play where you play, with the angles” yang memiliki kesamaan rima dengan bagian selanjutnya, “I wanna wake up with you all in tangles, oh.”, permainan kata-kata yang cerdas ini seharusnya membuat Young Lex malu untuk menyebut dirinya sebagai penulis lirik reformatif.

Tak hanya itu, saya menangkap kecenderungan seorang Carly Rae Jepsen untuk berbicara melalui perumpamaan yang menarik. Carly Rae tak perlu memilih diksi paling artistik yang ada di kamus thesaurus, dia banyak menggunakan istilah-istilah keseharian yang erat dengan kehidupan remaja menuju dewasa muda. Lirik dalam chorus tadi misalnya, tentu Carly Rae tidak sedang berbicara secara literal, namun lebih kepada pengungkapan kekaguman terhadap pujaannya yang ia puji layaknya makhluk langit. Dibandingkan dengan lirik yang hanya mengeksploitasi tubuh perempuan atau lirik posesif yang sekilas terdengar romantis padahal meh, tentu lirik-lirik dari Carly Rae Jepsen seharusnya lebih mudah diapresiasi.

Selebihnya kamu bisa mendengarkan sendiri lagu terbaru dari Carly Rae Jepsen berjul “Cut to The Feeling” di bawah ini. Album terbaru dari Carly Rae kabarnya akan dirilis pada tahun 2017 ini dengan judul Spread Love (cocok sekali dengan kondisi yang menimpa di Indonesia saat ini) dan kabarnya Carly Rae sudah menulis 50 lagu untuk album terbaru dia. Excited? Tentu saja.

Kalian bisa mendengarkan lagu terbaru yang dirilis setiap harinya secara gratis melalui Backstage Whisp.

About The Author

Martin K.Y

I'd love to talk mostly about music and pro wrestling, sometimes about anime and basketball, come talk.

Share
Tweet
+1